MWC NU Bumiayu Selenggarkan Tarhim Perdana di Masjid Attaqwa Kalisumur_24022026
MWCNU Bumiayu Mulai Bagikan Ta'jil Berbuka Puasa_20022026
Pembagian Ta'jil berbuka puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H oleh MWC NU Bumiayu bekerjasama dengan Badan Otonom, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU IPPNU dan Lembaga lainnya pada hari Jum'at sore 20 Februari 2026
MWC NU BUMIAYU ADAKAN KEGIATAN DI BULAN SUCI RAMADHAN 1447 H
MWC NU Bumiayu telah mengagendakan kegiatan sosial dan keagamaan pada bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Adapun kegiatan tersebut yaitu 1) pembagian Ta'jil setiap sore menjelang berbuka puasa yang berlokasi di depan Gedung NU Bumiayu ( Jln Pasar Hewan Bumiayu ); 2) Tarawih dan silaturohim ( Tarhim) ke ranting-ranting se MWC NU Bumiayu.
![]() |
| Jadwal Tarhim 1447 H |
MWC NU Bumiayu hadiri Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di Alun-Alun Brebes
Brebes – Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Alun-Alun Brebes pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 jamaah NU yang terdiri dari pengurus NU dan Badan Otonom (Banom) NU se-Kecamatan Bumiayu, yang dipimpin oleh Ketua Tanfidziyyah MWC NU Bumiayu H. Moh. Shobar..
Sejak pagi hari, ratusan warga nahdliyin tampak memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan atribut NU dan Banom masing-masing. Mereka hadir sebagai bentuk kecintaan dan komitmen untuk terus menjaga serta melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Peringatan Harlah ke-100 NU ini diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan kebangsaan, antara lain istighotsah, doa bersama, serta tausiyah yang menekankan pentingnya peran NU dalam menjaga persatuan umat, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan nilai-nilai moderasi beragama.
Ketua panitia menyampaikan bahwa momentum satu abad NU menjadi pengingat akan perjalanan panjang organisasi ini dalam berkhidmah untuk umat, bangsa, dan negara. “NU telah membuktikan perannya sebagai organisasi keagamaan yang konsisten menjaga Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta berkontribusi nyata bagi kehidupan sosial kemasyarakatan dan kemandirian,” ujarnya.
Kehadiran jamaah dan Banom NU se-Kecamatan Bumiayu menunjukkan kuatnya soliditas warga NU di wilayah Brebes Selatan. Dengan semangat satu abad, NU diharapkan semakin kokoh dalam melanjutkan perjuangan, memperkuat kaderisasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Peringatan Harlah ke-100 NU ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi dan konsolidasi untuk meneguhkan peran NU sebagai penjaga tradisi, penggerak perubahan, dan pilar utama persatuan bangsa.
PENGAJIAN RUTIN TRIWULAN MWC NU BUMIAYU _MEI 2025
Pengajian Rutin Triwulan MWC NU Bumiayu Kembali Digelar, Telah Menelaah Kitab Karya KH. Marzuki Mustamar.
Bumiayu – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bumiayu kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin Triwulan pada hari Ahad, 25 Mei 2025. Kegiatan ini bertempat di Gedung NU Ranting Kalilangkap dan dihadiri oleh berbagai elemen Banom Nahdliyin se-Kecamatan Bumiayu.
Pengajian rutin ini merupakan bagian dari program keagamaan MWC NU Bumiayu yang bertujuan memperkuat tradisi keilmuan dan mempererat ukhuwah antarwarga NU dari tingkat kecamatan hingga ranting. Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran para pengurus dan anggota dari berbagai Badan Otonom (Banom) NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU. Seluruh jajaran pimpinan baik di tingkat kecamatan maupun ranting turut meramaikan kegiatan ini.
Salah satu agenda utama pengajian kali ini adalah kajian kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayah, karya DR. KH. Marzuki Mustamar, seorang kiai sekaligus intelektual NU yang juga menjabat sebagai salah satu pengurus Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kitab ini dikenal sebagai salah satu karya penting yang memuat dasar-dasar keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dengan gaya bahasa yang sederhana namun mendalam, sangat cocok untuk kalangan pemula hingga menengah dalam memahami ajaran keislaman.
Dalam kesempatan tersebut, kitab dibacakan dan dijelaskan secara mendalam oleh Rois Syuriyah MWC NU Bumiayu, KH Wasroh Abdul Wahid. Beliau membimbing hadirin untuk memahami isi kitab yang membahas akidah, fiqih dasar, serta nilai-nilai ke-NU-an yang bersumber dari tradisi ulama salafus shalih. KH Wasroh Abdul Wahid juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pengajian kitab kuning sebagai identitas keilmuan Nahdlatul Ulama.
“Pengajian seperti ini bukan hanya untuk menambah ilmu, tetapi juga untuk memperkuat tali silaturahmi dan memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat,” tutur KH Wasroh dalam salah satu penjelasannya.
Semangat kehadiran peserta juga tampak dari antusiasme warga NU yang datang dari berbagai pelosok ranting di Kecamatan Bumiayu. Meski diadakan pada hari libur, ratusan jamaah tetap hadir dengan penuh semangat, menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang bersifat mendalam dan sistematis.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Bumiayu, yang disampaikan oleh Kyai Surif Abdul Karim dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pengajian ini. Ia juga berharap kegiatan pengajian triwulan ini dapat terus dilanjutkan secara rutin dan dijadikan sebagai wadah pembinaan kader-kader NU di tingkat akar rumput.
“Semoga ke depan pengajian seperti ini semakin berkembang, tidak hanya diikuti oleh warga NU, tetapi juga menjadi rujukan dakwah dan pendidikan Islam yang menyejukkan,” ungkapnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan Pengajian Rutin Triwulan kali ini, MWC NU Bumiayu membuktikan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.







.jpeg)









.jpeg)

















.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)























.jpeg)


